Minggu, 23 Oktober 2011

Just Info!

  <<--Manfaat Jambu Biji
 
Tentu kita tahu dengan tanaman yang satu ini yaitu buah jambu. Buah jambu ini sangat bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat buah jambu ini sangatlah besar, oleh karena itu banyak yang memanfaatkaan Buah jambu ini untuk kesehatan. Tidak hanya buah jambu, tetapi daunnya juga sangat bermanfaat bagi kesehatan dan juga dapat di jadikan sebagai pencegahan penyakit.

Di dalam bahasa latin, Jambu biji ini artinya adalah Psidium Guajava. Dan di dalam Bahasa Inggrisnya yaitu Guava akan tetapi Kita sering mengenalnya jambu klutuk.

Di dalam buah ini sangat banyak vitamin C dan beberapa jenis mineral yang bermanfaat menangkis berbagai jenis penyakit dan menjaga daya tahan tubuh.

Kulit batangnya dan daun mengandung zat anti bakteri yang bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit . Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung potasium dan besi.

Selain sebagai anti-oksidan, vitamin C disini memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh kapiler, mencegah anemia, sariawan, gusi berdarah, dll. Selain itu juga vitamin C disini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai inveksi. Sehingga kita tidak mudah sakit seperti sakit flu, batuk, demam, dll. Vitamin C disini juga berperan dalam pembentukan kolagen yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan luka.

Ketersiadaan vitamin C yang cukup dalam darah dapat mendorong selenium dalam menghambat sel kanker, terutama kanker paru-paru, prostat, payudara, usus besar, empedu dan otak.
Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada bagian kulit serta daging bagian luarnya yang lunak dan tebal. Sehinga, jambu biji lebih baik dikonsumsi beserta kulitnya.

Manfaat jambu biji

Jambu biji sangat terkenal multi manfaat yaitu untuk pengobatan sariawan dengan cara : potonglah segengam daum jambu biji dan satu jari kulit batang jambu biji sesuai keperluan, cuci sampai bersih, lalu rebus dalam air sampai mendidih. Setelah dingin, disaring, lalu diminum.

Untuk luka berdarah, bisa dengana mencuci terlebh dahulu daun jambu biji yang baru dipetik, lalu digiling. Selanjutnya tempelah pada luka dan balut memakai perban. Ganti perban dan ramuan 3 kali sehari sampai sembuh.

Ranting mudanya dapat digunakan untuk mengobati penyakit keputihan
(leukorea). Akarnya dapat menyembuhkn penyakit disentri, yaitu dengna cara merebus 15-30 gram daun jambu biji segar, lalu air rebusannya diminum. Air rebusannya juda dapat digunakan untuk mencuci luka.

Buah jambu biji merah dapat digunakan dalam meningkatkan trombosit dalam darah bagi penderita demam berdarah. Selain itu juga buah jambu biji dapat digunakan untuk pengobatan kencing manis (diabetes mellitus), kadar kolersterol darah tinggi (hiperkolesterolemia), dan mengobati sembelit. Disarankan memilih buah jambu biji yang berwarna merah.

Masih banyak manfaatnya yang terkandung di dalam buah jambu biji


Waspada Bahaya Aromaterapi

aroma terapi 
Aromaterapi telah digunakan selama berabad-abad untuk memberikan efek relaksasi. Terlepas manfaatnya bagi tubuh, penggunaan aromaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat membahayakan kesehatan.

Penelitian di Fakultas Ilmu Farmasai, Universitas Chia-Nan, Taiwan, menyebut bahwa penggunaan aroma terapi cenderung lebih banyak bahayanya dibandingkan efek positifnya. Ekstrak aroma yang biasa dilarutkan dalam bak mandi, minyak pijat, atau diruapkan dengan panas tersebut akan bereaksi dengan udara memproduksi partikel pemicu iritasi.

Bahkan, ketika zat yang juga dikenal sebagai minyak esensial itu yang digunakan untuk material pijat di spa, konsentrasi partikel berbahaya itu dapat meningkat 10 kali lipat.

Menurut para peneliti, aroma terapi mengandung zat kimia tertentu berupa senyawa organik yang mudah menguap. Senyawa inilah yang akan bercampur dengan udara membentuk aerosol organik sekunder. Yakni partikel sangat kecil yang dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan. Dalam konsentrasi tertentu, dapat menyebabkan sakit kepala, mual, bahkan kerusakan pada hati dan ginjal.

Penelitian dilakukan dengan mengukur besar dan jumlah partikel-partikel yang dilepaskan ketika seseorang melakukan pijat aromaterapi di tempat spa. Hasilnya serupa dengan penelitian sebelumnya saat seseorang membakar aromaterapi di rumah dan kantor, meski level pelepasan partikelnya tak sama.

Peneliti memeringatkan bahwa efek buruk itu tak boleh diabaikan. Mereka menyebut minyak lavender, batang teh, peppermint, lemon, dan eucalyptus, sebagai minyak esensial yang menghasilkan partikel paling berbahaya. 

"Kami sudah membandingkan level partikel berbahaya dari sejumlah aromaterapi dan minyak herbal. Kesimpulannya bahwa tata letak dan ventilasi di ruang spa juga memengaruhi kadar polutan di dalam ruangan selama pemijatan dengan aromaterapi," kata peneliti, seperti dikutip dari Daily Mail.

Meski ada bukti ilmiah yang membuktikan efek aromaterapi untuk meredakan sakit dan meningkatkan kekebalan tubuh, namun ada pendapat yang menyebut aromaterapi memiliki efek plasebo yang membuat seseorang tersugesti merasa relaks setelah menciup ruap aromaterapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar